Jati Diri

Barangkali, yang disebut memiliki jati diri sejati adalah ketika kita melakukan kebaikan karena kita adalah orang baik, bukan karena orang-orang lain berbuat baik, bukan karena merasa iba dan kasihan, apalagi karena ingin dilihat sebagai orang baik. Barangkali, yang disebut memiliki jati diri sejati adalah menjadi diri yang sama saja–entah di hadapan publik dan banyak orang, entah ketika sedang sendirian, atau ketika sedang “bersama” Tuhan. Barangkali, yang disebut memiliki jati diri sejati adalah berani memihak, yaitu memihak kepada kebenaran, meskipun kejujuran berkata tak ingin. Adalah tidak membenarkan kebiasaan yang salah hanya karena semua orang melakukannya, hanya karena sesuatu itu sudah menjadi tradisi. Barangkali, yang disebut memiliki jati diri sejati adalah menjadi apa adanya, namun menyadari bahwa segala hal ada tempatnya (dan waktunya). Adalah berlaku sopan dan bertutur santun bukan untuk menjadi palsu, melainkan untuk memberi penghormatan. Barangkali, yang di...